TERAPKAN PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN, GURU IPA MENGAJAK SISWA PEDULI LINGKUNGAN

Salah satu masalah besar yang dihadapi adalah sampah. Diperlukan penanganan sampah yang baik dan terncana terutama sampah plastik yang membutuhkan penanganan khusus karena sulit terurai.

Dalam upaya mengelola sampah khususnya plastik, MTsN 2 Kabupaten Magelang mengajak para siswa untuk terlibat langsung melakukan pengelolaan sampah plastik di lingkungan madrasah. Salah langkah yang dilakukan adalan penerapan pembelajaran berbasis lingkungan khususnya melalui Mata pelajaran bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

” Kita ajak siswa untuk mengurangi sampah plastik di madrasah ini dengan program pembuatan tanaman gantung (Veetical Garden) ” kata Isti Rahayu, S.Pd, guru mata pelajaran IPA.

Perempuan lulusan fakultas pendidikan Fisika Universitas Sebelas Maret Surakarta tersebut mengatakan program yang dilakukan adalah para siswa secara berkelompok dikenalkan pembuatan tanaman gantung dengan membuat pot-pot bunga yang berbahan dasar dari bekas botol air mineral.

” Secara berkelompok siswa saya minta mengumpulkan botol bekas air mineral yang ada di madrasah sebagai bahan dasar pembuatan pot ,” ujar perempuan kelahiran Purbalingga duapuluh delapan tahun silam tersebut.

Ditanya lebih jauh tentang tujuanya perempuan yang akrab disapa Isti tersebut mengatakan. ” Anak biar secara langsung terlibat dalam menjaga lingkungan khususnya masalah sampah ,” ujar Isti.

Proses pembuatan Veetical Garden sangatlah mudah. Botol plastik bekas air mineral dilubangi, kemudian dimasukkan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kemudian beri tanaman dan diselipkan sehelai tali sebagai penahan. Pot  selanjutnya siap dipasang dengan cara digantung didepan kelas.

Para siswa menyambut baik kegiatan pembelajaran seperti ini, sebagaimana disampaikan oleh Ira Ardiyani.

” Saya senang karena bisa mengurangi sampah sekaligus halaman kelas jadi lebih indah ,” ujar siswa kelas tujuh tersebut. Senada dengan Ira juga disampaikan Muhammad Danif Zidan.

” Saya senang karna tanaman gantung ini juga bisa berfungsi menahan dari panasnya sinar matahari ,” ungkap Zidan, siswa kelas tujuh asal dusun Bebengan, Ngepanrejo, Bandongan, ditemui disela-sela kegiatan belajar hari ini Rabu (30/10)

Madrasah berharap pembelajaran berbasis lingkungan bisa menjadi solusi mengatasi kejenuhan siswa sekaligus menjadikan lingkungan madrasah lebih nyaman.(30/10)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *