BANK SAMPAH LESTARI MTSN 2 MAGELANG: DARI SAMPAH MENJADI TABUNGAN, DARI KEBIASAAN MENJADI KEPEDULIAN

Upaya membangun kepedulian terhadap lingkungan terus dilakukan MTsN 2 Magelang. Salah satunya melalui pengoperasian Bank Sampah Lestari yang dikelola oleh Kader Adiwiyata MTsN 2 Magelang.

Magelang – Upaya membangun kepedulian terhadap lingkungan terus dilakukan MTsN 2 Magelang. Salah satunya melalui pengoperasian Bank Sampah Lestari yang dikelola oleh Kader Adiwiyata MTsN 2 Magelang. Bank sampah ini beroperasi setiap hari Senin pada jam istirahat dan setelah kegiatan pembelajaran selesai. Bank Sampah Lestari menjadi salah satu sarana edukasi bagi seluruh warga madrasah untuk membiasakan diri memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya. Sampah yang dikumpulkan tidak hanya dipandang sebagai barang buangan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.

Kepala MTsN 2 Magelang, Lili Maenani, saat ditemui pada Senin (31/8/2026), menyampaikan bahwa keberadaan Bank Sampah Lestari memiliki tujuan utama untuk memberikan edukasi sekaligus membangun kebiasaan positif bagi seluruh warga madrasah. “Tujuan pembukaan bank sampah ini adalah sebagai media edukasi agar seluruh warga madrasah, baik murid, guru, maupun tenaga kependidikan, memiliki kebiasaan memilah sampah sebagai upaya melestarikan lingkungan di sekitarnya,” ungkap Lili. Menurutnya, kebiasaan memilah sampah perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi bagian dari budaya dan karakter warga madrasah. Dengan adanya Bank Sampah Lestari, murid dan GTK tidak hanya diajak menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga belajar memahami bahwa sampah tertentu masih memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Bank Sampah Lestari menerima beberapa jenis sampah yang dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali, di antaranya sampah plastik, kertas, kaca dan minyak jelantah. Sampah yang telah dipilah kemudian disetorkan kepada pengelola bank sampah untuk ditimbang dan dicatat. Setiap murid dan GTK MTsN 2 Magelang mendapatkan buku tabungan sampah. Buku tersebut digunakan untuk mencatat jumlah sampah yang telah disetorkan. Hasil penimbangan sampah selanjutnya dikonversikan dalam bentuk nilai uang yang akan dihitung dan diberikan kepada penabung pada setiap akhir bulan.

Sistem tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman nyata kepada warga madrasah bahwa menjaga lingkungan juga dapat memberikan manfaat ekonomi. Murid pun dapat belajar secara langsung mengenai proses pemilahan, penimbangan, pencatatan, hingga pengelolaan sampah. Sampah yang telah terkumpul di Bank Sampah Lestari MTsN 2 Magelang selanjutnya akan dibeli oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang. Dengan demikian, pengelolaan sampah di madrasah tidak berhenti pada kegiatan pengumpulan, tetapi berlanjut pada proses pengelolaan yang lebih bertanggung jawab.

Keberadaan Bank Sampah Lestari sekaligus memperkuat program Adiwiyata di MTsN 2 Magelang. Kader Adiwiyata sebagai pengelola memiliki peran penting dalam mengajak dan memberikan contoh kepada warga madrasah untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan. Melalui program ini, MTsN 2 Magelang berharap budaya memilah sampah dapat menjadi kebiasaan sehari-hari. Lingkungan madrasah yang bersih, sehat, dan asri diharapkan tidak hanya terwujud di lingkungan sekolah, tetapi juga terbawa dalam kehidupan murid, guru, dan tenaga kependidikan di rumah maupun di tengah masyarakat. “Kami berharap kebiasaan baik ini tidak berhenti di madrasah. Anak-anak dapat membawa kebiasaan memilah sampah ke rumah dan lingkungan masyarakat. Dengan begitu, edukasi yang dilakukan di madrasah bisa memberikan dampak yang lebih luas,” pungkas Lili.(lm)

Umum
BAGIKAN :
Tulis Komentar
LINK TERKAIT